HIMAHESA Peduli Lingkungan
Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syari'ah Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Ar-raniry, Banda Aceh. peduli terhadap lingkungan, Wisata Bukit Jalin, Jantho Aceh Besar (15/07/2019)
Dalam kegiatan ini beberapa mahasiswa Hukum Ekonomi Syari'ah menghabiskan waktu liburnya dengan mengunjungi suatu tempat wisata yang sangat indah di Jantho Aceh Besar, dan kami sepakat untuk berwisata sekaligus membersihkan lingkungan, dengan cara mengutipkan sampah di sepanjang perjalanan di sekitar tempat wisata, dengan memegang satu kantong plastik per orang, tujuan nya setiap sampah yang terlihat dapat langsung kami ambil dan masukkan dalam kantong plastik tersebut.
Sebagian besar sampah yang ada di sepanjang jalan untuk menuju Puncak Bukit nya, berupa sampah botol aqua, dikarenakan akses menuju keatas bukit sungguh sangat melelah kan, sehingga air adalah pilihan utama bagi para2 pengunjung.
Mereka mengatakan, " Bahwa tempat wisata yang ada di aceh ini harus di lindungi dan di jaga, bukan hanya sekedar pergi untuk menikmati pemandangan nya saja, dan juga mereka menghimbau kepada masyarakat Aceh bila mengunjungi tempat wisata, Harapan besar nya semoga masyarakat Aceh tetap menjaga Kelestarian alam kita, tempat Wisata di Aceh sungguh sangat banyak dan sangat Luar biasa keindahan2 nya, bila tidak di jaga maka sayang keindahan nya akan hilang dan membuat orang lain untuk mengunjungi tempat wisata tersebut berkurang, setidak nya jika tidak sanggup membersihkan, tetapi untuk tidak membuang saja sudah cukup alhamdulillah", tutup mereka.
Dan mohon maaf disini bukan bertujuan untuk pencitraan, tetapi untuk membangun jiwa warga Aceh ini cinta terhadap lingkungan dan juga memotivasi kan untuk warga serambi mekkah ini 🙂
Selasa, 16 Juli 2019
Senin, 15 Juli 2019
Presiden Puji Kualitas Produk UMKM Binaan BI Lhokseumawe
Presiden Puji
Kualitas Produk UMKM Binaan BI Lhokseumawe
16 Juli 2019
Presiden Jokowi
memperhatikan tas motif Aceh produk UMKM binaan KPw BI Lhokseumawe, pada ajang
pameran Kraya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 yang berlangsung di JCC Senayan
Jakarta. Jumat (12/7) (Zona Media/ Dok.Kpw BI
Lhokseumawe)
lhokseumawe
presiden joko widodo, memuiji produk usaha kecil menengah
(UMKM) binaan kartor perwakilan BANK Indinesia Lhokseumawe, saat membuka pameran karya
kreatife Indonesia (PKKI) 2019 yang berlangsung di senayan jakarta.
“
Usai membuka secara resmi pameran KKI 2019, bapak Presiden melakukan
kunjungan ke beberapa stand pameran. Salah satu stand yang dikunjungi adalah
stand KPw Bank Indonesia Lhokseumawe,” ungkap Yufrizal Kepala KPw BI
Lhokseumawe, Sabtu (13/7).
Lhokseumawe – Presiden
Joko Widodo, memuji kualitas produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe, saat membuka pameran Karya
Kreatif Indonesia (KKI) 2019 yang berlangsung di JCC Senayan Jakarta.
Sebutnya, didalam
pamaren tersebut, KPW BI Lhokseumawe
menampilkan produk-produk unggulan UMKM binaan antara lain tas motif Aceh,
pakaian muslim, bakal baju dan peci khas Aceh.
Pada kesempatan itu,
pihaknya juga menyampaikan kepada bapak presiden, beragam produk UMKM hasil
binaan KPw BI Lhokseumawe tersebut, telah diekspor ke berbagai negara.
“ Bapak Presiden
memuji kualitas produk yang dihasilkan oleh pengrajin dibawah binaan BI
Lhokseumawe dan meminta agar ke depan terus ditingkatkan,” ujar Yufrizal meniru
ucapan presiden.
Dalam acara tersebut, Presiden
Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi dan istri Wakil Presiden Ibu
Mufidah Jusuf Kalla serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Badan
Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.
Dijelaskan oleh
Yufrizal, pameran KKI 2019 yang digelar oleh Bank Indonesia yang bertemakan
“Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM Go Export dan Go Digital,”
berlangsung mulai 12 hingga 14 Juli 2019.
Pameran Karya Kreatif
Indonesia yang digelar oleh BI merupakan salah satu wujud nyata apresiasi Bank
Indonesia bagi UMKM yang berhasil meningkatkan kualitasnya dan mampu menembus
pasar digital serta ekspor ke mancanegara.
Mengutip pernyataan
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam laporannya mengatakan bahwa dari
898 UMKM binaan dari 46 Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia, sebanyak 91
di antaranya telah berhasil menembus pasar ekspor dengan nilai Rp1,4 triliun
selama setahun terakhir, pungkas Yufrizal Kepala KPw BI Lhokseumawe.
Jumat, 12 Juli 2019
Peduli Sosial, GenBI Unimal 2019 Bantu Warga Miskin
Peduli Sosial, GenBI Unimal 2019 Bantu Warga Miskin
Lhokseumawe - Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Malikussaleh 2019-2020 Bantu warga miskin.
Hal itu mereka laksanakan tepatnya di Desa Blang Poroh, Kec.Muara Dua Lhokseumawe, Jum'at (12/07/2019)
Ketua umum GenBI mengatakan pihak mereka lakukan hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial. "Inilah bentuk pengabdian kami, Dan dari barisan GenBI kami terus perduli terhadap sosial, Insyaallah" Ungkap Fahri Munanda Riski pada awak media, Jum'at (12/07)
Sementara itu, Sekretaris umum nya menambahkan pihak mereka memberikan bantuan sebagai bentuk belas kasih. "Kita tersentuh masih ada masyarakat miskin di Lhokseumawe, dan Ada berupa sedikit uang dan barang kita berikan" Kata M.Adam Ramadhan
Lanjut nya, Pemerintah segera merealisasikan bantuan untuk bedah rumah. "Menurut informasi kami dapat, itu rumah mau di bedah, tapi terletak di depannya dan itu bantuan dari Dinas PUPR, semoga saja segera terealisasi" Harap Adam.
Di akhir GenBI 2019 itu menegaskan, Mereka siap dalam barisan bantu sesama "Tri dharma perguruan tinggi mengamanahkan kita untuk Mengabdi pada masyarakat,dan insyaallah selalu kita laksanakan, dan perduli rakyat tetap nomber One" Tandas Adam Selaku Sekretaris
Lhokseumawe - Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Malikussaleh 2019-2020 Bantu warga miskin.
Hal itu mereka laksanakan tepatnya di Desa Blang Poroh, Kec.Muara Dua Lhokseumawe, Jum'at (12/07/2019)
Ketua umum GenBI mengatakan pihak mereka lakukan hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial. "Inilah bentuk pengabdian kami, Dan dari barisan GenBI kami terus perduli terhadap sosial, Insyaallah" Ungkap Fahri Munanda Riski pada awak media, Jum'at (12/07)
Sementara itu, Sekretaris umum nya menambahkan pihak mereka memberikan bantuan sebagai bentuk belas kasih. "Kita tersentuh masih ada masyarakat miskin di Lhokseumawe, dan Ada berupa sedikit uang dan barang kita berikan" Kata M.Adam Ramadhan
Lanjut nya, Pemerintah segera merealisasikan bantuan untuk bedah rumah. "Menurut informasi kami dapat, itu rumah mau di bedah, tapi terletak di depannya dan itu bantuan dari Dinas PUPR, semoga saja segera terealisasi" Harap Adam.
Di akhir GenBI 2019 itu menegaskan, Mereka siap dalam barisan bantu sesama "Tri dharma perguruan tinggi mengamanahkan kita untuk Mengabdi pada masyarakat,dan insyaallah selalu kita laksanakan, dan perduli rakyat tetap nomber One" Tandas Adam Selaku Sekretaris
Jumat, 05 Juli 2019
Mahasiswa Menyerbu BANK BRI LHOKSEUMAWE
Mahasiswa Menyerbu Bank BRI LHOKSEUMAWE
……………………………………………………………………………….
Di sore yang cerah, kini jam menunjukan jam 15:00
Terlihat di kejauhan sebelum turun dari Kendaraan, berderet panjang antrian mahasiswa yang berlomba-lombak untuk mendapatkan buku rekening. di depan pintu BANK BRI Llokseumawe
BIASISWA BANK INDONESIA kini di Bank BRI Llokseumawe yang sudah beberapa Jam berdiri tegak di depan pintu Bank BRI
BIASISWA BANK INDONESIA kini di Bank BRI Llokseumawe
ini sebenarnya sudah mulai semenjak semester kemarin tepat pada tahun 2014. Yang mana dulu sebelumnya di bank BRI.
ini sebenarnya sudah mulai semenjak semester kemarin tepat pada tahun 2014. Yang mana dulu sebelumnya di bank BRI.
Menurut salah satu karyawan BANK BRI di Bank BRI Llokseumawe bahwa adanya bank BRI ini akan mempermudah para mahasiswa untuk mendapatkan buku rekening. setoran uang beasiswa BANK INDONESIA untuk tahun ini bisa menggunakan ATM BRI sebagai Mengambil uang Beasiswa.
Begitu semangat Mahasiswa universitas malikussaleh
untuk mengambil buku rekeningnya,
karena itu yang pertama keluar uang beasiswa bank indonesia,
yang sebesar 6.000.000
begitulah ujar salah satu mahasiswa Universitas malikussaleh.
Begitu semangat Mahasiswa universitas malikussaleh
untuk mengambil buku rekeningnya,
karena itu yang pertama keluar uang beasiswa bank indonesia,
yang sebesar 6.000.000
begitulah ujar salah satu mahasiswa Universitas malikussaleh.
Rabu, 03 Juli 2019
GENERASI BARU GENBI. TAHUN 2019
genbilhokseumawe.blogspot.com - Ketua Generasi Baru Indonesia (GenBI) malikussaleh terpilih, mendapat amanat baru dari Kepala Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe. Amanat tersebut berupa peningkatan prestasi GenBI lhokseumawe di tingkat nasional.
“
GenBI lhokseumawe telah melaksanakan pemilihan ketua baru periode 2019-2020 pada Kamis 28 Juni 2019. Pemilihan ini diikuti 3 kandidat calon ketua umum. Pemilihan ini dimenangkan oleh Fahri munanda riski dengan mengantongi 85% suara , dengan jumlah suara pada pemilihan langsung suara dan pemilihan berdasarkan jumlah pilihan kawan-kawan. Fahri munanda riski merupakan mahasiswa jurusan Tekni Informatika di Unimal lhokseumawe.
GenBI lhokseumawe telah melaksanakan pemilihan ketua baru periode 2019-2020 pada Kamis 28 Juni 2019. Pemilihan ini diikuti 3 kandidat calon ketua umum. Pemilihan ini dimenangkan oleh Fahri munanda riski dengan mengantongi 85% suara , dengan jumlah suara pada pemilihan langsung suara dan pemilihan berdasarkan jumlah pilihan kawan-kawan. Fahri munanda riski merupakan mahasiswa jurusan Tekni Informatika di Unimal lhokseumawe.
Ketua Panitia Pemungutan Suara mengatakan dengan adanya pesta demokrasi bertujuan menambah semangat dalam berdemokrasi.
"Dengan sistem pemilihan ini tentu lebih transparan ya, seluruh anggota berhak memilih dan dapat melihat langsung mana yang pantas menjadi ketua umum. Kedepan akan terus dibuat sistemnya seperti ini," sebut ketua penitia.
Sementara, Pembina GenBI Lhokseumawe, (Muammar) berharap di 2019 ini GenBI Lhokseumawe menjadi lebih bermanfaat kepada masyarakat, dan terus memberikan inspirasi kepada pemuda yang ada di Lhokseumawe, aceh utara dan sekitarnya.
"GenBI Lhokseumawe tahun 2019 ini harus lebih bermanfaat kepada masyarakat, dan menjadi inspirasi untuk pemuda-pemudi yang ada di Lhokseumawe, aceh utara dan sekitarnya" ujarnya.
Senin, 01 Juli 2019
DONOR DARAH DALAM RANGKA HUT BANK INDONESIA KE-66
Monday, July 1, 2019
DONOR DARAH DALAM RANGKA HUT BANK INDONESIA KE-66
Senin 1 Juli 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe menyelenggarakan donor darah dalam rangka HUT Bank Indonesia ke-66. Acara ini dihadiri oleh Stakeholder Bank Indonesia Lhokseumawe, TNI/POLRI dan masyarakat umum. Sebagai bagian dari keluarga Bank Indonesia Lhokseumawe, GenBI Universitas Malikussaleh ikut serta dalam kegiatan ini bersama keluarga besar Bank Indonesia Lhokseumawe.
GenBI menyadari bahwa donor darah sangat memiliki banyak manfaat. Diantaranya; dapat menurunkan risiko kanker, menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, dapat menurunkan berat badan, mendeteksi penyakit serius (bila ada), menyehatkan kesehatan psikologis seseorang dan dapat memperpanjang usia.
Masih kurangnya pasokan darah yang dibutuhkan Rumah Sakit pasca bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri menjadi tujuan utama Bank Indonesia sehingga dapat membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkannya. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara ini berhasil mengumpulkan 150 kantong darah.
Kegiatan ini akan menjadi motivasi dan contoh bagi GenBI Universitas Malikussaleh dalam kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan. Peduli akan sesama dan mengingat kepentingan akan kesehatan menjadi hal penting yang selalu utama dalam diri GenBI Universitas Malikussaleh.
Kedepannya GenBI akan bersedia membantu KPw Bank Indonesia Lhokseumawe dalam kegiatan sosial selanjutnya. Selain itu, GenBI Universitas Malikussaleh juga telah mendiskusikan serta menyusun program kerja selama 6 bulan kedepan. Dengan mementingkan kepedulian untuk yang membutuhkan dan juga kepentingan akan kesehatan menjadi salah satu program kerja yang akan kami buat. GenBI Universitas Malikussaleh juga telah membentuk Divisi Soial dan Lingkungan hidup serta Kesehatan Masyarakat untuk program-program selanjutnya.
kami dari organisasi GENBI pun
sangat mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh pihak BI / bank indonesia.
karena kami pun terbentuk nya organisasi yang dinamai GEMBI pun
karena adaya di naungan oleh BANK Indonesia.
kami dari organisasi GENBI pun
sangat mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh pihak BI / bank indonesia.
karena kami pun terbentuk nya organisasi yang dinamai GEMBI pun
karena adaya di naungan oleh BANK Indonesia.
Sabtu, 29 Juni 2019
GWM Turun, Likuiditas Bank Bertambah Rp 25 Triliun
GWM Turun, Likuiditas Bank Bertambah Rp 25 Triliun
Oleh genbilhokseumawe.blogspot.compada 30 Jun 2019, 10:58 WIB
genbilhokseumawe.blogspot.com Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo menyebutkan keputusan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum(GWM) memberi kelonggaran bagi perbankan.
GWM turun tersebut diperkirakan perbankan memiliki likuiditas tambahan sebesar Rp 25 triliun.
"Akan ada tambahan Rp 25 triliun kurang lebih ke dalam sistem akibat penurunan itu," kata dia saat ditemui di Mesjid BI, Jakarta, Jumat (28/6/2019).
BI memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan. GWM untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah masing-masing turun sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen dan 4,5 persen dengan rerata masing-masing tetap 3,0 persen dan berlaku efektif 1 Juli mendatang.
Manfaat lain pelonggaran ini adalah dana yang dikelola perbankan bisa ditempatkan pada sektor lain, misalnya kredit.
Dia menuturkan, angka Rp 25 triliun tersebut meski terlihat tidak terlalu besar tapi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh perbankan.
"Tolong lihat dynamic impactnya, jadi tidak hanya berhenti di Rp 25 triliun karena tentunya perbankan dengan Rp 25 triliun itu bisa memutarkan dana tersebut untuk menghasilkan suatu multiplier effect yang besar dari sisi kredit," ujarnya.
Selain itu, dia menyatakan perbankan dapat memutar dana tersebut tidak hanya satu kali, sehingga bisa mendapat lebih banyak kelonggaran.
"Dalam perhitungan kita tentunya banyak pertanyaan apakah Rp 25 triliun dampaknya terlalu kecil? Jangan dilihat satu putaran. Karena kita selalu mengenal teori multiplier dampak dynamic dari adanya penurunan likuiditas penurunan GWN, itu akan memungkinkan tambahan ekspansi kredit yang besar," tegasnya.
Reporter: Yayu Agustini Rahayu
Sumber: Merdeka.com
BI Turunkan GWM Perbankan 50 Bps Mulai 1 Juli 2019
Petugas melakukan pengepakan lembaran uang rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (21/12). Bank Indonesia (BI) mempersiapkan Rp 193,9 triliun untuk memenuhi permintaan uang masyarakat jelang periode Natal dan Tahun Baru. ( genbilhokseumawe.blogspot.com vahmy)
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00 persen. Kemudian suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebutkan meski suku bunga acuan ditahan namun pihaknya mengambil kebijakan baru yang bertujuan untuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam pembiayaan ekonomi, yaitu menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan.
"BI memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 bps," kata dia di kantornya, Kamis, 20 Juni 2019.
Dia mengungkapkan saat ini GWM Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah masing-masing 6,0 persen dan 4,5 persen, dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3,0 persen.
Kebijakan ini rencananya berlaku pada awal bulan depan. "Berlaku efektif pada 1 Juli 2019," ujarnya.
Selain itu, dia menegaskan Bank Indonesia akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga kebijakan sejalan dengan rendahnya inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang. Kebijakan makroprudensial juga tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian," ujarnya.
Selain itu, kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait terus dipererat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing," dia menandaskan.
Bi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan
ILUSTRASI BANK INDONESIA
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juni 2019 Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan pada angka 6 persen. BI juga menahan suku bunga Deposit Facility pada angka 5,25 persen dan Lending Facility 6,75 persen.
"Rapat Dewan Gubernur BI pada 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day repo" ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, di Kantor BI, Jakarta, Kamis, 20 Juni 2019.
Bulan ini merupakan kali ketujuh BI menahan suku bunga acuannya pada angka 6 persen. Keputusan tersebut juga sesuai dengan prediksi berbagai pihak.
Head of Sales and Distribution PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudha menuturkan, BI masih tahan suku bunga acuan. BI diperkirakan pertahankan suku bunga acuan ini untuk mempertahankan stabilitas rupiah.
Selain itu, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve juga tetap pertahankan suku bunga acuannya. Steven menuturkan, the Federal Reserve juga baru membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan meski dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
Selain itu, Steven melihat arah kebijakan Bank Indonesia (BI) akan serupa dengan the Federal Reserve untuk membuka peluang menurunkan suku bunga pada 2019.
"Namun perspektif BI kami lihat adalah stabilitas rupiah. Sehingga yang ditunggu BI adalah portofolio flow yang agresif untuk membiayai defisit baru mereka akan cut,” ujar Steven saat dihubungi genbilhokseumawe.blogspot.com Kamis (20/6/2019).
Ia menambahkan, dengan sentimen bank sentral AS tahan suku bunga dan kabar bank sentral Eropa, pasar akan tetap stabil terutama obligasi dan rupiah.
Langganan:
Postingan (Atom)













